Tribute to Si Buta Dari Gua Hantu

Berawal di bulan Febriari 2010, kini enam tahun kemudian, acara sederhana tahun itu telah berhasil berubah menjadi sebuah buku: sebuah langkah yang paripurna akan tugas tersebut…semoga buku sederhana ini bisa bermakna…dan indahnya lagi: buku ini akan disertakan dalam pameran GILACERGAM tgl 27 dan 28 Februari 2016 di Jakarta…

salam karya

 

cover depan belakang

 

24: Bebas, Tangan Kiri : Bhagavad Gita

BEBAS: tangan kiri: Bhagavad Gita  Day 24

Kertas A4 Drawing book
Tinta : Indian ink
Pena

Setelah 3 hari tidak bisa gambar apa-apa karena wira-wiri dan kelelahan, hari ini mencoba lagi tangan kiri ini, memaksanya betah mencorat-coret kertas, dan jadilah tribute buat Bhagavad Gita, kebetulan juga eposide Bhagavad Gita di ANTV menuju titik akhirnya.

Makin blepotan saja tangan kiri ini saat menggambar

24

20: Bebas: Tangan Kiri

BEBAS: tangan kiri: Jokowi #inktober #inktoberindonesia #inkoctober Day 20

Kertas A4 Drawing book
Tinta : Indian ink
Pena

Ah! masih mencoba menggambar dengan tangan kiri dari sket sampai penintaan, dan inipun diperuntukan sekaligus sebagai: ucapan selamat karena sudah resmi menjadi Presiden RI ke 7 pertanggal 20 oktober 2014.

Jika tidak menyerupai pak Jokowi, jadi harap maklum, karena memang tangan kiriku baru berlatih untuk menggambar.

20 jokowi

19: Bebas: Tangan Kiri

BEBAS: tangan kiri #inktober #inktoberindonesia #inkoctober Day 19

Kertas A4 Drawing book
Tinta : Indian ink
Pena

Lelah tubuh karena menempuh jarak yang jauh Denpasar-Singaraja-Denpasar sesiangan sampai malam ini membuat lelah tangan kanan. Makan dengan tertatih kali ini tangan kiri menggantikan peran tangan kanan dalam menuntaskan kegitan gambar hari ini, tanpa sket, hanya mengandalkan ingatan: karena sesiangan tadi tangan kiri sudah mencoba membuatnya di kertas yang berbeda dengan pensil: dan malam ini tangan kiri mencobanya tanpa sket pensil: hanya ingatan saja….

19 topeng

17: Kenangan: Penunggang Kuda

KENANGAN : PENUNGGANG KUDA
Day 18

Kertas A4 Drawing book
kuwas : Eterna 2
Phoenix 0
Tinta : Indian ink

Setelah hari kemarin (D-17) terpaksa tidak menyelesaikan satu gambarpun, lantaran saat ada waktu untuk gambar setelah bebas dari jaga si kecil dari pagi, ehalah ada kawan datang ngajak ngobrol sampai jam 12 malam, akhirnya kelelahan dan tidur tanpa membuat apa-apa.

Dan kembali hari ini menuntaskan tema yang sedang kubuat: Kenangan.

Membicarakan kenangan, maka tidak mungkin melewatkan kejadian ini. Kuda putih telah menjadi bagianku sejak kecil, ayah memliharanya, dan kami dibebaskan menungganginya sendiri, biasanya ayah akan mengikutinya dengan berjalan kaki jauh di belakang kami. Kuda Putih yang ukuran tubuhnya besar jauh dibanding tubuh kami yang masih anak-anak.

Pada satu kesempatan kami, aku dan saudara sepupuku, sepulang dari memandikan kuda di sungai yang jauh ada di lembah bukit dengan melewati jalan setapak diantara kebun dan hutan, maka seperti biasa kami memacu larinya dengan kencang. Aku ada di depan dengan memegang bulu-bulu lebat di leher kuda itu, saudara sepupuku ada di belakangku dnegan mengendalikan kekang kuda.

Namun saudara sepupuku kurang awas, saat ada batang pohon melintang jalan dan cukup rendah, reflek aku merapatkan tubuhku pada leher kuda tanpa sempat memberi tahu sepupuku, blas!!! begitu lewat dahan pohon itu, aku selamat, namun: BUGH! terdengar benturan keras di belakangnku, saudara sepupuku membentur batang pohon yang melintang itu, tersangkut dan jatuh, sementara aku masih melaju kencang bersama kuda putih itu. Sesaat kemudian baru aku bisa mengendalikan kuda itu untuk dihentikan lajunya.

Kami malah tertawa terpingkal-pingkal dengan kejadian ini. Dan hal ini hanya salah satu dari sekian banyak kenanganku bersama kuda putih itu.

18 penunggang kuda

15: Kenangan: Pejalan Malam

KENANGAN: PEJALAN MALAM #inktober #inktoberindonesia #inkoctober Day 15

Kertas A4 Drawing book
kuwas : Eterna 2
Tinta : Indian ink

Tidak tahu kenapa, dulu waktu masih anak-anak, aku sangat suka pertunjukan tradisional, khususnya Drama Gong: bahkan jika pentas ini digelar meskipun di desa seberang yang cukup jauh, aku senantiasa mencoba mencapainya. dengan modal nekat.

Seperti pada beberapa kali malam, dan entah malam keberapa kali: aku sendiri masih anak-anak harus menembus gelapnya malam melalui jalan setapak diatara jalur perkebunan yang berliku bahkan harus melewati sungai dan merupakan jalut tidak berpenduduk, berjalana sendirian melawan malam dan melawan rasa takut yang sering menyergap: hanya untuk mencapai desa sebelah demi bisa menikmati pertunjukan Drama Gong.

Inilah salah satu kenangan akan prilakuku yang tidak mungkin terlupakan, dan dalam kesemaptan ini coba kutuangkan dalam bentuk ilustrasi sederhana.

15 Lewati Malam

14: Kenangan: Lomba Gambar

KENANGAN : LOMBA GAMBAR TINGKAT KABUPATEN #inktober #inktoberindonesia #inkoctober Day 14

Kertas A4 Drawing book
kuwas : Eterna 2
Tinta : Indian ink
Pena

Saat SD, untuk pertama kalinya menjadi wakil sekolah dalam rangka lomba menggambar tingkat Kabupaten, senang: tapi jujur galau juga: lantaran tidak ada yang bimbing, maklum anak udik jadi kurang terdidik.

Dan cilakanya, itu adalah lomba kali pertama dan kali terakhir yang ku ikuti, lantaan seperti ada trauma atau ketakutan atau apalah namanya: semua terjadi ketika kegiatan lomba berlangung, aku menggambar di ruang guru, guru-guru sliweran sesekali negokin apa yang aku lakukan,.

Ada juga guru yang tidak tahu jika aku ditugaskan mewakili sekolah dalam lomba gambar kali itu, dan guru itu nyeletuk setengah bertanya: “sedang apa dia di ruang guru?” ada yang jawab dari guru lain “dia mewakili sekolah kita dalam lomba gambar tingkat kabupaten”

Tidak lama kemudian, guru itu menghampiri meja dimana aku mengerjakan gambar tersebut. lantas dia seperti tidak percaya:

“Gambar kayak gini kok mau diikutkan lomba tingkat Kabupaten?”

Ya, waktu itu aku memeng menggambar tema Wayang Arjuna Wiwaha, kurang lebih seperti yang tersaji kali ini.

Pernyataan guru yang sederhana itu, membekas di hatiku, sampai sekarang, dan semua itu dikemudian hari mengakibatkan aku selalu ragu tiap kali akan diajukan ikut lombam menggambar, dan parahnya aku selalu memutuskan untuk tidak ikut.

Ini adalah kenanganku yang tak terlupakan.

14 lomba gambar